Tegangan Normal dan Tegangan Geser Pada Konstruksi

Tegangan dan regangan adalah konsep yang penting dalam peninjauan baik kekuatan maupuan kekakuan. Keduanya merupakan konsekuensi yang tidak dapat dipisahkan dari bekerjanya suatu beban terhadap suatu bahan struktur


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang
                        Tegangan dan regangan adalah konsep yang penting dalam peninjauan baik kekuatan maupuan kekakuan. Keduanya merupakan konsekuensi yang tidak dapat dipisahkan dari bekerjanya suatu beban terhadap suatu bahan struktur. Menurut Macdonald (2001) Tegangan dapat dianggap sebagai sebuah energi yang menahan beban, tegangan adalah gaya dalam dibagi dengan luas penampang di mana gaya itu bekerja. Oleh karena itu, tegangan adalah gaya dalam per satuan luas penampang. Hukum Hooke mengatakan bahwa benda yang diregangkan akan mengalami tegangan dimana tegangan tersebut sebanding dengan pertambahan panjang benda. Menurut Frick (1978) Tegangan dibagi menjadi dua yaitu tegangan normal dan tegangan geser, tegangan normal yaitu tegangan yang bekerja dalam arah tegak lurus permukaan potongan melintang batang dengan notasi σ (tau). Tegangan geser adalah tegangan yang terjadi akibat ada dua arah gaya yang berlawanan dan tidak lurus bidang suatu benda.
1.2         Tujuan
1.        Menjelaskan pengertian tegangan
2.        Memaparkan jenis-jenis tegangan
3.        Menjelaskan pengaplikasian dalam hitungan

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.       Pengertian
               Tegangan dan regangan adalah konsep yang penting dalam peninjauan baik kekuatan maupuan kekakuan. Keduanya merupakan konsekuensi yang tidak dapat dipisahkan dari bekerjanya suatu beban terhadap suatu bahan struktur. Menurut Macdonald (2001) Tegangan dapat dianggap sebahai sebuah energi yang menahan beban, tegangan adalah gaya dalam dibagi dengan luas penampang di mana gaya itu bekerja. Oleh karena itu, tegangan adalah gaya dalam per satuan luas penampang.
2.2.       Jenis-jenis Tegangan
A. Tegangan Normal
                        Menurut Frick (1978) Tegangan dibagi menjadi dua yaitu tegangan normal dan tegangan geser, tegangan normal yaitu tegangan yang bekerja dalam arah tegak lurus permukaan potongan melintang batang dengan notasi σ (tau).

Gambar 2.2 Tegangan normal
Sumber: Universitas Pembangunan Jaya

a)      Sebuah batang berbentuk silinder akan ditarik sebesar P
b)      Batang panjangnya sebesar L
c)      Maka setelah diberi gaya sebesar P batang sepanjang L akan bertambah sepanjang L + δ
d)      Dari hasil tersebut didapatkan rumus 
   , dimana :
   σ = Tegangan normal (Mpa)
   P = Gaya normal (N)
   A = Luas penampang (mm2)

B. Tegangan Geser
                        Menurut Frick (1978) Tegangan geser adalah tegangan yang terjadi akibat ada dua arah gaya yang berlawanan dan tidak lurus bidang suatu benda.
          Menurut Gere (2003) Tegangan geser adalah tegangan yang bekerja dalam arah tangensial terhadap penampang.

            Gambar 2.2 Tegangan geser
            Sumber: Universitas Pembangunan Jaya
         
          Akibat aksi gaya tarik P, batang dan pengapit akan menekan baut dengan cara tumpu sehingga menimbulkan tegangan tumpu (bearing stress). Selain itu batang dan pengapit cenderung menggeser baut dan memotong baut, sehingga timbul tegangan geser (shear stress) pada baut.

2.3.        Rumus
A. Tegangan Normal

σ = Tegangan normal (Mpa)
N = Gaya normal (N)
P = Gaya normal (N)
A = Luas penampang (mm2)

B. Tegangan Geser
 = Tegangan geser rata-rata (Mpa)
D = Gaya sejejer penampang (N)
A = Luas penampang baut (mm2)

2.4.       Elastis dan Plastis
                        Jika sebuah benda diberi gaya tarik atau tekan, maka benda tersebut akan meregang (memanjang atau memendek). Namun jika suatu ketika gaya tersebut dihilangkan, maka benda tersebut akan kembali seperti semula, keadaan seperti ini disebut elastis, yaitu suatu keadaan dimana benda kembali dari bentuk deformasinya ketika beban / gaya yang bekerja tersebut dihilangkan. Contohnya adalah karet gelang, dalam kondisi elastis, besarnya gaya berbanding lurus dengan besarnya deformasi.
                        Pada kondisi awal dimana beban bekerja, perpanjangan (deformasi) akan hilang jika beban dihilangkan. Tapi jika beban terus ditingkatkan sehinga tegangan terus bertambah, maka pada suatu titik atau batas tertentu, perpanjangannya tidak bisa hilang seluruhnya atau terjadi regangan permanen. Keadaan dimana terjadi perpanjangan (deformasi) secara permanen adalah titik leleh, dan tegangan yang mengakibatkannya disebut tegangan leleh.


            Gambar 2.3 Grafik hubungan antara tegangan dan regangan
            Sumber: kamustekniksipil.blogspot.com
Saat titik leleh ini tercapai, maka hubungan tegangan-regangan sudah tidak linear lagi, perpanjangan (deformasi) dari benda sudah tidak elastis lagi, tetapi sudah dalam keadaan plastis, dengan penambahan tegangan dalam keadaan plastis maka pada suatu titik tertentu perpanjangannya (deformasi) akan mencapai batasnya dinamakan titik batas, dimana saat titik ini tercapai, tidak ada kenaikan tegangan yang berarti tetapi regangan (deformasi) terus bertambah, hal ini ditunjukkan dengan garis kurva turun setelah titik batas tercapai. Titik dimana regangan sudah mencapai runtuh atau putus disebut titik putus / runtuh.

Tabel 2.1 Sifat mekanis baja struktural
Jenis Baja
Tegangan putus minimum, fu (Mpa)
Tegangan leleh minimum, fy (Mpa)
Peregangan minimum (%)
BJ 34
340
210
22
BJ 37
370
240
20
BJ 41
410
250
18
BJ 50
500
290
16
BJ 55
550
410
13
Sumber : SNI
2.5 Contoh Soal
1. Tegangan Normal

Suatu batang baja berpenampang lingkaran mempunyai panjang = 40 m dengan diameter = 8 mm. Diujung bawahnya dibebani suatu benda yang mempunyai berat 1,5kN. Tentukan tegangan maksimal yang terjadi pada batang baja dengan memperhitungkan berat sendiri batang baja. Diketahui berat jenis baja = 77kN/m2









= 77 . 40 + 0,02983
= 3080 kN/m2 + 0,02983 kN/mm2
= 0,003080 kN/mm2 + 0,02983 kN/mm2                          1 Mpa = 1 N/mm2
= 3,08 Mpa + 29,83
= 32,91 Mpa

2. Tegangan geser

Dua buah pelat baja disambung dengan menggunakan baut berdiameter 20mm, seperti gambar diatas, hitunglah tegangan geser rata-rata pada baut!
Jawab:
Dalam pelat terdapat dua penampang baut yang tergeser, sehingga luas penampang geser baut :

Ï„  = 71,65 Mpa




BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
            Tegangan adalah gaya dalam dibagi dengan luas penampang benda, tegangan erat kaitannya dengan regangan. Apabila kita meregangkan sebuah benda maka benda tersebut akan menegang. Ada dua jenis tegangan, yaitu tegangan normal dan tegangan geser. Tegangan normal adalah tegangan yang terjadi tegak lurus dengan gaya yang diberikan, sedangkan tegangan geser adalah tegangan yang terjadi sejajar dengan gaya yang diberikan
Saran
            Dalam pengaplikasiannya pada pembangunan suatu struktur perlu diperhatikan faktor tegangan yang terjadi, sehingga ketika sebuah struktur tersebut digunakan tidak akan terjadi hal-hal yang merugikan pengguna maupun pekerja.

DAFTAR PUSTAKA
Andrian. Lutfi. 2012. Berkenalan Dengan Tegangan, Regangan, Modulus Elastisitas & Daktalitas Material. (Online) , (http://kampustekniksipil.blogspot
.com/2012/07/berkenalan-dengan-tegangan-regangan.html), Diakses 12 Februari 2018
Ariestadi. Dian. 2008. Teknik Struktur Bangunan Jilid 2 untuk SMK. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Frick, Heinz. 1978. Mekanika Teknik 1: Statika dan Kegunaanya. Semarang: Penerbit Kanisius.
Gere, J.M. 2003. Mechanics of Materials. 6th Engineering. Toronto: Thompson Publishing
MacDonald, Angus. 2002.Struktur dan Arsitektur, Edisi Ke-2. Terjemahan Pariatmono. Jakarta: Penerbit Erlangga. 2001.
SNI 03-1729-2002. Tata cara perencanaan struktur baja untuk bangunan gedung
Tension, Compression and Shear.2015. Universitas Pembangunan Jaya

COMMENTS

Nama

Bahasa Inggris,2,Bank Soal,1,geometrik jalan,1,Matematika,1,Sejarah Indonesia,1,sipil,3,Umum,10,UN,1,
ltr
item
Dhamara Ramli: Tegangan Normal dan Tegangan Geser Pada Konstruksi
Tegangan Normal dan Tegangan Geser Pada Konstruksi
Tegangan dan regangan adalah konsep yang penting dalam peninjauan baik kekuatan maupuan kekakuan. Keduanya merupakan konsekuensi yang tidak dapat dipisahkan dari bekerjanya suatu beban terhadap suatu bahan struktur
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVLNnOvgqL7J0zM9nTuQIEsYTj0ZpuePJVv6fSCs6I7ofPdH0mWR3vZCCjzrtVmtwUdYw-HGVXnGH8oVNVav0MM0YroGF3fX7z9uFZDf0ViYzXf2Y1gAetso2EEONsZR02MjnCgqrpdEAV/s400/1.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVLNnOvgqL7J0zM9nTuQIEsYTj0ZpuePJVv6fSCs6I7ofPdH0mWR3vZCCjzrtVmtwUdYw-HGVXnGH8oVNVav0MM0YroGF3fX7z9uFZDf0ViYzXf2Y1gAetso2EEONsZR02MjnCgqrpdEAV/s72-c/1.png
Dhamara Ramli
https://dhamarar.blogspot.com/2018/02/tegangan-normal-dan-tegangan-geser-pada.html
https://dhamarar.blogspot.com/
https://dhamarar.blogspot.com/
https://dhamarar.blogspot.com/2018/02/tegangan-normal-dan-tegangan-geser-pada.html
true
2861870592372806910
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy